3 Ciri Akun yang Gunakan Jasa Beli Followers

Memiliki followers yang melimpah memang keinginan banyak orang. Terlebih jika Anda ingin menjadi seorang selebgram maupun pemilik online shop. Sebab dengan followers yang banyak menjadi tolok ukur akun Instagram tersebut memiliki banyak pelanggan/ klien. Yang artinya, online shop maupun selebgram bisa dipercaya dan memiliki kredibilitas yang tinggi. Bukankah dengan kecanggihan zaman sekarang, percaya dengan mutu yang tinggi merupakan kunci?

Banyak jalan menuju Roma. Begitu pula dengan memiliki followers pada akun Instagram. Diantara banyak cara mendapatkan followers, ada yang instant yaitu dengan membeli followers fake. Cara pintas ini diklaim ampuh membuat followers meningkat di waktu yang cepat. Yang perlu dilakukan hanya membeli lalu followers akan bertambah sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

Namun rupanya cara ini dianggap tidak professional karena faktor membeli dan unsur plasu pada followers. Para agensi periklanan menghindari selebgram-selebgram yang menggunakan jasa fake followers untuk diajak kerjasama. Cara termudah mengukurnya dengan menggunakan Instagram engagement rate tools. Meskipun kebanyakan orang tidak akan memiliki skor sempurna di sini, Anda akan melihat akun dengan skor kredibilitas sangat rendah.

Selain cara itu, Anda bisa mengetahui bagaimana sebuah akun Instagram menggunakan jasa followers palsu, yaitu dengan menganalisa beberapa aspek. Apa saja? Berikut ini 3 ciri media sosial gunakan jasa followers fake. Cek ulasannya di bawah ini.

1. Jumlah followers yang tidak biasa

Photo by Erik Lucatero on Unsplash

Influencer berkualitas akan memiliki keterlibatan (likes dan komentar) sekitar 1,5-3% dari pengikut mereka. Misalnya seorang influencer memiliki 100.000 pengikut, Anda akan melihat 1.500 – 3.000 likes dan komentar (gabungan) pada postingan rata-rata. Tingkat keterlibatan (engagement) 1 persen tidak apa-apa untuk banyak influencer, tergantung pada niche mereka. Jika tingkat keterlibatan “influencer” untuk postingannya secara teratur jauh di bawah ini, Anda harus curiga.

“Akun dengan followers asli cenderung memiliki pola yang sama dalam hal jumlah pengikut, orang yang diikuti, dan tingkat keterlibatan.”

Meskipun semua orang mengoperasikan akun mereka secara berbeda, dan beberapa “pemula” tidak menjalankan akun mereka seperti Instagrammer berpengalaman, Anda masih dapat dengan mudah melihat garis besarnya. Tingkat keterlibatan 10 persen atau lebih bisa mencurigakan. Jika Anda melihat tingkat keterlibatan yang tinggi, influencer dapat menggunakan teknik keterlibatan buatan, seperti menjadi bagian dari kelompok keterlibatan (influencer bekerja bersama, mengomentari dan menyukai posting masing-masing untuk meningkatkan statistik mereka).

2. Tidak konsisten

Photo by Eaters Collective on Unsplash

Anda bisa menganalisa dari pertumbuhan followers. Bagaimana cara mengeceknya? Anda bisa melihat dari tools engagement rate yang kini banyak tersedia. Seringkali seseorang akan membuat bot yang mengikuti ratusan atau ribuan orang sesaat setelah akun Instagram dibuat. Bahkan mungkin membagikan beberapa konten pada hari itu agar terlihat asli. Setelah mengikuti cukup banyak orang, bot akan berhenti dan bergantung pada orang yang tidak memeriksa akun mereka dan berhenti mengikuti akun palsu.

“Pemula yang menggunakan jasa fake followers biasanya tidak terbiasa memposting konsten secara teratur.”

Selain itu, orang yang menggunakan jasa fake followers kerap posting konten dalam jumlah yang terlalu banyak dalam 1 waktu hingga terkesan spamming. Influencer dengan followers asli cenderung memiliki pertumbuhan yang relatif stabil dalam jumlah pengikut mereka. Tingkat kenaikan jumlah followers dapat tumbuh begitu mereka diakui sebagai influencer, tetapi mereka tidak akan memiliki ledakan pengikut dalam waktu singkat (seperti yang dilakukan kebanyakan akun palsu).

Ingin Followers meningkat secara Organik dan terlihat Alami? klik ► disini

3. Bagian profil yang kosong

Photo by Eaters Collective on Unsplash

Orang yang membuat akun palsu biasanya tidak berupaya keras untuk membuat bio yang terlihat realistis. Terkadang mereka hanya membiarkan bagian bio kosong atau hanya mengisi detail minimum. Mereka bahkan terkadang menyesuaikan pengaturan untuk membuat profil disembunyikan. Ini membuat investigasi Anda lebih sulit karena tidak dapat melihat detailnya.

“Cara lainnya adalah dengan mengintip beberapa followers. Lihat detail bio dan profile picture. Jika bio kosong, Anda patut curiga.”

Namun, Anda harus bertanya pada diri sendiri, seberapa asli seseorang sehingga mereka menyembunyikan detail bio. Apakah dengan bio yang kosong menarik bagi calon followers? Demikian pula, Anda harus menganggap kurangnya gambar profil sebagai bendera merah, terutama di media visual seperti Instagram. Tak hanya mengosongi bio, fake followers seringkali menggunakan gambar dari situs stok foto.

Mengingat repot dan hasil yang tidak efektif menggunakan jasa fake followers, kenapa tidak menggunakan tools optimasi seperti Activfans. Dengan menggunakan Activfans, Anda bisa memiliki followers secara alami dan tertarget. Maksudnya, Anda bisa sengaja memilah followers yang sesuai dengan karakter akun Instagram Anda. Selain itu ada banyak fitur-fitur yang akan membantu Anda dalam mengatur akun Instagram sehingga Anda akan memiliki banyak waktu luang di rumah.

Mau informasi lebih lengkap? Klik ► https://activfans.com.

Demikian 3 ciri media sosial gunakan jasa followers fake. Cara di atas memang manual namun dengan proses itu Anda akan terbiasa menganalisa tanpa bantuan tools. Selamat mencoba. Semoga sukses.